Translate

Sabtu, 12 Januari 2013

Malam Bergema Tak bersuara


Tak tersadar, rupanya dari beberapa jam yang lalu aku terhanyut dalam lamunan. Dalam lamunanku, aku menggingat masa kanak hingga aku menjadi seperti sekarang ini. Aku di lahirkan dari kedua orang tua yang selama ini telah menginspirasiku. Aku merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara. Bagiku mereka semua adalah penyemangat hidupku untuk aku terus berjuang dalam menapaki jalan hidupku, walau terkadang begitu banyak cobaan yang telah aku alami selama aku menjalani hidup.
Bagiku seorang ayah merupakan pondasi untuk aku belajar bagaimana cara untuk menjalani hidup, bagaimana cara menjadi seorang pemimpin, bagaimana cara menjadi seorang yang kuat ,bagaimana cara mangatasi pilunya kehidupan dan berbagi pengalaman hidup. Bagiku seorang ayah selain sebagai orang tua dan pemimpin keluarga, ayah merupakan seorang teman dan seorang sahabat, tempat aku barbagi cerita
Di subuh yang sunyi tak ku temukan deringan bunyi di telinga, yang ku dengar hanyalah detak jantungku yang semakin hari detakan ini akan hilang di jemput oleh sakarotul maut. Ya Allah begitu damainya hati ini terbangun di kala segelitir orang yang sedang tertidur pulas, sebagian orang bertasbih, bertahmid, bertahlil menyerukan namaMU dalam lisan, hati dan fikiran mereka. Mereka rela bangun demi memenuhi panggilanMU dalam hati mereka.
            Ya Allah janganlah sekiranya Engkau hilang ingatanku untuk selalu mengingatMu,
janganlah menjadikanku di antara segelintir orang yang sedang tertidur pulas, jadikanlah aku diantara segelintir orang yang terbangun dari tidur malamnya untuk bertahajjud dan menyerukan namaMU dalam tangis dan kekhusyu’an merindukan untuk berbicara denganMU.  Sesungguhnya hati ini, mata ini dan seluruh apa yang ada pada diriku akan menangis jikalau aku tak bisa mengingatMU walau hanya sedetik.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar